Kamis, 30 Juni 2011

Ngakak.. Mariii

 Hehehehehe... see u, ntar kalo udah Skripsi kelar, kita curhat lagi.....
 Skripsi.. ooohh Skripsi....
SKRIPSHIT OR SKRIPSWEET???
CHOOSE... for better future!!!

Minggu, 22 Mei 2011

Teori Pembuatan-Keputusan (Decision Making Teory) ala William D. Coplin dan Konsep Kepentingan Nasional (National Interest) ala Hans J. Morghentau

Teori Pembuatan-Keputusan menurut William D. Coplin adalah:

“…Apabila kita akan menganalisa kebijakan luar negeri suatu negara, maka kita harus mempertanyakan para pemimpin negara dalam membuat kebijakan luar negeri. Dan salah besar jika menganggap bahwa para pemimpin negara (para pembuat kebijakan luar negeri) bertindak tanpa pertimbangan (konsiderasi). Tetapi sebaliknya, tindakan luar negeri tersebut dipandang sebagai akibat dari tiga konsiderasi yang mempengaruhi para pengambil kebijakan luar negeri…”.

William D. Coplin menjelaskan tentang tiga Konsiderasi sebagaimana yang disebutkan diatas yaitu:

Pertama, kondisi politik dalam negeri suatu negara termasuk faktor budaya yang mendasari tingkah laku politik manusianya.

Kedua, situasi ekonomi dan militer suatu negara tersebut, termasuk faktor geografis yang selalu menjadi pertimbangan utama dalam hal pertahanan dan keamanan.

Ketiga, konteks internasional, situasi di negara yang menjadi politik luar negeri serta pengaruh dari negara-negara lain yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi.

Pandangan Hans J. Morgenthau tentang Kepentingan Nasional adalah kemampuan minimum negara-bangsa adalah melindungi identitas fisik, identitas politik, dan identitas kulturalnya dari gangguan Negara-bangsa lain.
Morgenthau menjelaskan kembali lebih detail maksud yang diatas yaitu:

1. Negara-bangsa harus bisa mempertahankan Integritas teritorialnya (yaitu Identitas Fisiknya)

2. Negara-bangsa harus bisa Mempertahankan rezim ekonomi-politiknya (yaitu Identitas Politiknya)

3. Negara-bangsa harus bisa Memelihara norma-norma etnis, religius, linguistik dan sejarahnya (yaitu Identitas Kulturalnya)

Pemikiran Morgenthau didasarkan pada premis bahwa strategi diplomasi harus didasarkan pada Kepentingan Nasional, bukan pada alasan-alasan moral, legal dan ideologi yang dianggapnya utopis dan bahkan berbahaya. Ia menyatakan Kepentingan Nasional setiap negara adalah mengejar kekuasaan (membentuk dan mempertahankan pengendalian suatu negara ke negara lain). Untuk itu beliau menganggap konsep Kepentingan Nasional sebagai sarana sekaligus tujuan dari tindakan politik internasional.

Kamis, 04 November 2010

Tuhan Pasti Sayang Hambanya Yang Sedang Kebingungan

Mulai bercerita di hawa dingin yang menyelimuti kota Yogyakarta, kala ini perasaan cuma bisa was-was, padahal secangkir jahe hangat, rokok 1 bungkus, dan canda tawa teman-teman kos, belum bisa menghiburku. Hari ini, merapi meletus lagi disertai hujan abu sampai ke jawa barat-jawa timur, beruntung di kota jogja Tuhan hanya menghadirkan air hujan, tapi kekhawatiran ku kembali memuncak saat ada ancaman lahar dingin oleh Merapi yang meletus. Aku termenung, bagaimana nasib para pengungsi di Sleman, sudah seminggu lebih mereka meninggalkan kampung halamannya demi keselamatan raga mereka.
Cuma bisa termenung, sedih, was-was, kecewa, bingung, halaaaah semuanya dah....
Kebingungan memuncak saat membuka kembali laptop ini dan berhadapan sama Google yang menyentak ku agar mencari bahan-bahan skripsi.. Kasur empuk ku tertawa melihat tingkahku saat menidurinya, edddan, kok bisa kyk gini fikir ku, knp gak ada satu ketenangan yg bisa mengelus ku..
Kembali mengetik kata demi kata, kali ini aku ingin mencari bahan buat skripsi ku... Busyyyettttttt.... tab warna biru berlambangkan huruf "F" menggodaku untuk menuliskan status, alamaaak... otak ruwet lagi, ada apa ya? ketenangan belum ada, terus gimana caranya buat nenangin ni otak biar gak sedongkol ini.......
Otak blank, suara gemuruh hujan, suara gemuruh merapi, bikin sakit jiwa aja.
Tapi aku yakin, tuhan akan memberikan jalan keluar untuk ku, tapi entah sampai kapan aku gak tau, tapi Dia yg tahu...
Semangat...... merapi bukan alasan untuk tidak tetap bersyukur, malah bencana ini adalah sebuah anugerah bagiku untuk tetap tunduk kepada-Nya. dan Dia-lah yang Maha Penyayang bagi hambanya.

Sabtu, 21 Agustus 2010

PENGERTIAN SEKULARISME

Menurut Ensiklopedi Britania, menyebutkan bahwa “sekularisme” adalah sebuah gerakan kemasyarakatan yang bertujuan memalingkan dari kehidupan akhirat dengan semata-mata berorientasi kepada dunia. Gerakan ini dilancarkan karena pada abad-abad pertengahan, orang sengat cenderung kepada Allah dan hari akhirat dan menjauhi dunia. Sekularisme tampil untuk menghadapinya dan untuk mengusung kecendrungan manusiayang pada abad kebangkitan, orang menampakkan ketergantungan yang besar terhadap aktualisasi kebudayaan dan kemanusiaan dan kemungkinan terealisasinya ambisi mereka terhadap dunia.
Lalu orientasi kepada sekularisme yang merupakan gerakan perlawan terhadap agama dan ajaran Masehi terus berlanjut di celah-celah sejarah modern seluruhnya.

Di Kamus Dunia Baru oleh Wipster merinci makna Sekularisme dengan menyebutkan sebagai berikut, Yaitu:
Semangat Keduniaan atau orientasi “duniawi” dan sejenisnya. Secara khusus adalah undang-undang dari sekumpulan prinsip dan prakterk (practices) yang menolak setiap bentuk keimanan dan ibadah.
Keyakinan bahwa agama dan urusan-urusan gereja tidak ada hubungannya sama sekali dengan soal-soal pemerintahan, terutama soal pendidikan umum.

Di Kamus Oxford menyebutkan sebagai berikut,
Sekularisme artinya bersifat keduniaan atau materialisme, bukan keagamaan atau keruhaniaan. Seperti pendidikan sekuler, seni atau musik sekuler pemerintahan sekuler, pemerintahanyang bertentangan dengan gereja.
Sekularisme adalah pendapat yang mengatakan bahwa agama tidak layak menjadi fondasi ahlak dan pendidikan.

Sementara di Kamus Internasional Modern ketiga menyebutkan:
Sekularisme ialah suatu pandangan dalam hidup atau dalam satu masalah yang berprinsip bahwa agama atau hal-hal yang bernuansa agama tidak boleh masuk ke dalam pemerintahan, atau pertimbangan-pertimbangan keagamaan harus dijauhkan darinya. Maksudnya adalah: Politik sekuler murni dalam pemerintahan, misalnyayang terpisah sama sekali dari agama.

Sekularisme juga adalah undang-undang akhlak sosial yang berlandaskan pemikiran yang mewajibkan ditegakkannya nilai-nilai prilaku dan moral menurut kehidupan modern dan solidaritas sosial tanpa memangdang kepada agama.
Adapun seorang orientalis bernama Arberriy dalam bukunya, Ad-Dien fi Asy-Syarqi Al-Awsath, mengatakan berkenaan dengan sekularisme sebagai berikut,
Materialisme sekuler dan humanistik serta aliran naturalisme semuanya merupakan bentuk dari sekularisme sebagai ciri khas Eropa dan Amerika yang fenomenanya tampak di Timur tengah. Ia tidak membuat satu model pun dalam filsafat atau etika tertentu? Contoh utamanya adalah pemisahanagama dari pemerintahan pada Republik Turki.

Kesimpulan
Sekularisme ialah memisahkan agama dari kehidupan individu atau sosial dalam artian agama tidak boleh ikut berperan dalam pendidikan, kebudayaan maupun dalam hukum.
Dengan kata lain: Sekularisme ialah memisahkan Allah Ta’ala dari hukum dan undang-undang mahluk-Nya. Allah tidak boleh ikut mengatur mereka seakan-akan tuhan mereka adalah diri mereka sendiri, berbuat sesukanya dan membuat hukum sesuai seleranya.

Kamis, 19 Agustus 2010

Hargai Apa Yang Kita Miliki

Pernahkah kalian mendengar kisah Helen Kehler?
Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan
dalam kondisi buta dan tuli.

Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa
membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm
kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.

Tidak ada seorangpun yang menginginkan
lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya
Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan
memilih untuk lahir dalam keadaan normal.

Namun siapa sangka, dengan segala
kekurangannya, dia memiliki semangat hidup
yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang
legendaris.

Dengan segala keterbatasannya, ia mampu
memberikan motivasi dan semangat hidup
kepada mereka yang memiliki keterbatasan
pula, seperti cacat, buta dan tuli.

Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti
dirinya mampu menjalani kehidupan seperti
manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit
dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah
diucapkan Helen Kehler:

"It would be a blessing if each person
could be blind and deaf for a few days
during his grown-up live. It would make
them see and appreciate their ability to
experience the joy of sound".

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah
bila setiap org yang sudah menginjak dewasa
itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja.

Dengan demikian, setiap orang akan lebih
menghargai hidupnya, paling tidak saat
mendengar suara!

Sekarang, coba kita bayangkan sejenak....

......Anda menjadi seorang yang buta
dan tuli selama dua atau tiga hari saja!

Tutup mata dan telinga selama rentang waktu
tersebut. Jangan biarkan diri Anda melihat
atau mendengar apapun.

Selama beberapa hari itu Anda tidak bisa
melihat indahnya dunia, Anda tidak bisa
melihat terangnya matahari, birunya langit, dan
bahkan Anda tidak bisa menikmati musik/radio
dan acara tv kesayangan!

Bagaimana Bro? Apakah beberapa hari cukup berat?
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja,
bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur
atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada
dalam diri kita!

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah
keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah
menghargai apa yang sudah kita miliki.

Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan
kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati
oleh orang lain. Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba kita renungkan, bagaimana orang yang
tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah
kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia
diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin
akan mampu melakukan banyak hal, termasuk
membuat sebuah tulisan yang menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita
mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal
yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan
bisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!
Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif
dan menjadi seorang manusia yang lebih baik.

Selasa, 10 Agustus 2010

Mahasiswa oh Mahasiswa

Saya begitu terkesima ketika membaca buku SISTEM POLTIK INDONESIA karya dari Inu Kencana Syafiie yang mengkategorikan mahasiswa sebagai kekuatan politik di republik ini, buku ini menerangkan bahwa:

Mahasiswa merasakan betul bahwa baru saja tamat SMA begitu duduk di bangku perguruan tinggi, terasa dunia milik mereka, apalagi dengan semangat yang membara ingin memeperjuangkan dan memenengkan kebenaran, ditambah oleh kuliah oleh dosen-dosen yang idealis. (Inu Kencana Syafiie & Azhari 2005)
Saya sepakat dengan pernyataan diatas, “saya kan mahasiswa” jadinya merasakan betul pernyataan itu.

Kampus memang tempat mimbar bebas untuk mengawali kami mengenal kehidupan politik, kami mendeklarasikan partai politik kampus dan sebuah komunitas sebagai wadah pemikiran untuk mewujudkan atmosfer kampus yang kami inginkan, menggunakan sebagian fasilitas kampus sebagai tempat berdiskusi, seperti di kantin, lobby, taman kampus, masjid, lapangan dll. Ngobrolin politik emang santapan paling enak di diskusi kami, mengapa tidak yang ada di otak teman-teman adalah selain semangat nasionalisme, mereka ingin berkarya di kampus tercinta sebelum semuanya lulus kuliah. Menarik bukan?

Partai dan komunitas kami tidak memandang kebelakang, artinya kami tidak mengharuskan berfaham 1 ideologi, kami menerima faham ideology manapun asal mereka bersedia melepas ideologinya itu ketika bersama kami dan menggunakan ideologinya itu ketika tidak bersama kami, maksud saya kami tidak mau ada perang ideology yang bisa memecah belah persatuan, dan kami pun anti yang namanya bercerai-berai.

Terus bagaimana dengan teman-teman yang HEDON, apathies & cuek akan aktivitas politik di kampus, yang kerjaannya Cuma K4 (kost-kampus-kantin-kost). Atau mungkin kalau saya berpendapat bahwa kuliah bukan prioritas utama mereka, itu sebabnya mereka cuek terhadap kehidupan kampus yang sebenarnya, atau mungkin mereka menganggap aktivitas politik itu adalah omong kosong?.

Menurut saya, teman-teman mahasiswa khususnya yang dari luar pulau jawa yang kuliah contohnya di Jogjakarta seperti saya, banyak juga yang menomorduakan kuliah atau bukan menjadi prioritas utama, tetapi ke jogja Cuma ingin menginjak tanah jawa saja, ingin mengenal budaya jawa seperti apa, atau ingin terbebas dari pengawasan orang tua,ikut-ikutan karena melihat pacarnya bisa saja kan? Sosialisasi mungkin cara yang ampuh.

Tetapi mari kita berfikir positif saja, Mahasiswa apathies bukan penghalang bagi mereka untuk berkarya, bahkan mereka bisa saja dijadikan kekuatan politik yang mengerikan, seperti kami ini berawal dari mahasiswa cuek akan politik kampus yang pada akhirnya berkecimpung juga.

Selasa, 16 Maret 2010


BAGAIMANA JIKA ANAK GAUL BERSATU MEMBENTUK KEKUATAN POLITIK...
DARI BAZAR PRODUK DISTRO KE PEMIKIRAN ALTERNATIF MENGENAI DUNIA POLITIK PRAKTIS INDONESIA.
Oleh : Ferdiansyah Riva’i

Ada sedikit cerita ketika Minggu malam kemarin saya pergi ke GOR UNY untuk ngeliat KICK FEST Yogyakarta 2009. KICK FEST itu adalah event rutin tahunan yang berisikan bazar brand-brand clothing dalam negeri yang lagi ngetop kayak god.inc, demon inc, slackers, rock n roll jahat dll, di campur dengan music performance yang diisi band-band indie dalam negeri yang juga lagi ngetop.

Niat awal saya sih bukan buat ngelirik kaos atau item-item lain, saya cuma pengen ngeliat penampilan WHITE SHOES AND THE COUPLE COMPANY yang kebetulan malam itu jadi special guest star (ntar di tulisan kedua kita bahas tentang ini). karena penonton yang begitu membludak, saya jadi tertarik buat nglirik-lirik dulu ke tempat bazar clothing yang udah penuh berjubel sama manusia-manusia berpakaian warna-warni (bazar clothing ada di dalam GOR, sedangkan stage buat music performancenya ada di halaman luar).

Sebagai seorang mahasiswa ilmu politik, yang pertama kali melintas dipikiran saya ketika melihat keramaian ini justru adalah seandainya saja anak-anak muda yang saya sebut “anak distro” ini mendirikan partai politik dan turut meramaikan pesta demokrasi atau pemilu di Negara kita tercinta ini. Dari hasil pengamatan mata telanjang saya, rata-rata usia mereka adalah antara 17-25 tahun, yang berarti mereka adalah warga Negara yang telah memiliki KTP dan berhak berpartisipasi aktif dalam percaturan politik Negara kita. Ini menarik apabila kita bahas lebih lanjut, coba saja kita bayangkan bahwa “anak2 distro” ini yang ternyata (dan memang) datang dari berbagai ragam latar belakang pendidikan, keahlian, dan profesi ini mau terjun ke dunia politik dan mau menyumbangkan pikirannya untuk membangun negara.


INI AKAN MENJADI SEBUAH KEKUATAN POLITIK BARU YANG MENAKUTKAN , karena yang tergabung dalam kekuatan politik ini mungkin saja seorang mahasiswa ilmu politik, sarjana fisika, praktisi jurnalistik, praktisi seni atau yang lainnya. Saya juga sekaligus disini ingin menekankan bahwa PARADIGMA MASYARAKAT YANG MENGANGGAP BAHWA SEMUA ANAK-ANAK GAUL ZAMAN SEKARANG KONSUMTIF, CUEK DAN HEDONIS ADALAH SALAH BESAR, karena terbukti banyak juga teman-teman dan sodara saya yang update dalam urusan fashion dan pergaulan namun tetap peduli terhadap Negara, agama, dan masyarakatnya.

Sepupu saya yang di bandung stylenya distro abis, dan hebatnya dia juga rajin sholat dan tercatat sebagai mahasiswa ITB jurusan OSEANOGRAFI yang masuk melalui jalur SPMB. Keponakan saya yang di ITT telkom juga gitu, jago banget matematika, dan dia juga penganut paham berpakaian ala distro, dan banyak lagi teman-teman dan sodara-sodara saya dari latar belakang pendidikan berbeda kayak EKONOMI, HUKUM, SASTRA, SOSIAL POLITIK, GEOLOGI, PERTAMBANGAN, dan berbagai latar belakang kehidupan lainnya (bahkan pendidikan AGAMA, anak petani, seniman , olahragawan dll) yang memiliki kesamaan seperti cerita dua saudara saya tadi yaitu muda, pintar secara akademis, berprestasi, berwawasan agama dan budaya, cinta tanah air dan terutama juga penganut paham berpakaian ala DISTRO (bayangkan jika mereka semua bergabung dalam sebuah partai politik).

Ini berarti PARTAI POITIK yang ada dibayangan saya tadi tidaklah dilandaskan oleh sebuah IDEOLOGI, melainkan dilandaskan oleh PERSAMAAN GAYA BERPAKAIAN. Letak kelebihan sebuah partai yang tidak berlandaskan IDEOLOGI adalah mereka dapat menampung semua bentuk aspirasi, kreasi ,dan inovasi. Dan khusunya untuk partai ini, anggotanya semua adalah anak-anak muda cerdas dengan jiwa kreatif yang tinggi, dan tentunya berjiwa muda yang sangat patriotis dan progressif. Partai ini kelak juga akan mampu menyatukan semua bentuk perbedaan yang ada di Negara kita. Mulai dari agama, suku, ras, dan lain sebagainya yang sekarang kerap menjadi akar munculnya konflik lokal. Pastinya ini juga sangat sesuai dengan asas demokrasi kan?.hehe…

Khayalan saya terus berlanjut, saya membayangkan partai ini kelak akan diberi nama PANKRING (partai anak kritis n gaul). Hehe….ini kan partai saya di pemilu BEM FISIP kemaren. Intermezzo aja temen-temen. Piss……atau mungkin partai politik yang saya bayangkan tadi lebih tepat dinamakan PANDIS (partai anak distro), atau apalah nantinya.

Partai ini nantinya juga akan keliatan beda dari partai lainnya apabila dilihat dari desain logo, mungkin logonya kelak akan di penuhi warna-warna cerah dan di tulis dengan font distro (coba bayangin partai dengan logo dan font kayak sippirilly monsterz.hehe..) ini akan mematahkan dominasi logo-logo partai lain yang masih menganut paham konservatif, seperti warna merah untuk mereka yang demokratis, sosialis, dan warna hijau untuk mereka yang bernafaskan islam. mungkin warna-warna yang saya sebutkan tadi akan menjadi sebuah simbol penyatuan semua bentuk perbedaan yang ada sekarang, jadi warna-warni logo partai politik ini diartikan sebagai sebuah bentuk integrasi antara sisi demokratis, sosialis, religius dll.hehe…..

partai ini juga pasti akan memiliki massa yang banyak sekali, karena gaya berpakaian ala distro telah merasuk ke seluruh jiwa anak-anak muda Indonesia, dari sabang sampai merauke. Kelak ini juga akan menjadi modal awal agar partai ini mudah melewati proses verifikasi (distro kan hampir ada di tiap daerah di Indonesia, bahkan di desa-desa pun ada..nah…jadiin aja distro-distro tersebut sebagai kantor pimpinan daerah, kantor pimpinan cabang, kantor pimpinan ranting dll…hehehehehe), sedangkan untuk masalah kaderisasi, mungkin kita bisa minta bantuan dari temen-temen anggota forum komunikasi mahasiswa ilmu sosial dan ilmu politik seluruh Indonesia yang pasti berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dan tentunya penganut paham berpakaian ala distro juga.hehehe….

Selanjutnya yang juga saya bayangkan adalah para fungsionarisnya yang akan selau berpakaian non formal ala DISTRO , seperti pake celana jeans baggy, kaos warna-warni dengan gambar full face dibalut dengan jamper,blazer,sweater, pake sneakers, kacamata gede, plus topi.beuh….mantap pisan euy……..ini benar-benar keluar dari tradisi-tradisi lama yang hari ini sudah mulai ngebosenin, bahkan pengen bikin muntah. Semua yang ada hari ini kan seolah sudah pasti, mentok, absolut, mutlak dan gak bisa berubah lagi. Bukankah semua yang ada di dunia ini masih bisa berubah ya, masih fallible, hipotetif dan masih tentatif?.

Selanjutnya yang mau saya bahas disini adalah, mengapa partai ini menjadi penting?. Jawaban saya sederhana saja, karena negara kita memang butuh pemimpin yang muda, yang berjiwa kreatif dan inovatif. Negara kita itu butuh alternatif pemikiran, selama ini kita kayaknya terlalu terpaku dan di dominasi oleh pemikiran-pemikiran kenegaraan yang telah mapan, pemikiran kita akhirnya hanya berputar-putar disitu saja. Seputar demokrasi, sosialisme, liberalisme, marxisme, komunisme, neo liberal, kapitalisme, dll.

Padahal seharusnya di zaman yang sudah parah seperti ini kita harus mencoba berpikir OUT OF THE BOX, bukankah pemikiran-pemikiran hari ini tersebut belumlah baku sepenuhnya, dalam artian kita masih bisa MENCIPTAKAN PEMIKIRAN BARU. Saya berpendapat bahwa kenapa hingga hari ini Negara kita masih belum bisa beranjak dari keterpurukan adalah karena PARA PEMIMPIN BANGSA INI KURANG KREATIF, mereka terjebak pada labirin-labirin pemikiran yang telah mapan. Pemikiran-pemikiran mapan tersebut memang penting untuk dipelajari, TAPI YANG LEBIH PENTING LAGI, KITA HARUS BISA MENCIPTAKAN PEMIKIRAN BARU YANG LEBIH SESUAI DENGAN KONTEKS SITUASI HARI INI.

Disinilah letak peran strategis kaum muda yang berjiwa kreatif. Selain itu sebagaimana kita ketahui, bahwa apatisme politik banyak menjerat kaum-kaum muda kita sekarang, mereka pesimis terhadap platform dan ideology yang dibawa oleh partai-partai politik yang telah ada. Ini sangat disayangkan, Dan inilah alasan penting kedua mengapa partai ini harus ada, yaitu sebagai wadah baru bagi anak-anak muda yang aspirasinya tidak dapat disalurkan melalui partai-partai politik konvensional. Dan ini sekaligus akan menjadi tempat pembelajaran dan pemahaman lebih lanjut mengenai arti penting politik bagi semua lapisan masyarakat.

Partai ini juga akan menjadi stimulun bagi bangkitnya kesadaran politik kaum muda khusunya dan masyarakat luas pada umumnya. Dan terkahir, kita tinggal melengkapi partai ini dengan visi misi mewujudkan pemerintahan yang kreatif, yang mampu mengakomodir semua bentuk perbedaan dan keragaman, mampu menjembatani semua kepentingan yang ada mulai dari masyarakat miskin hingga menengah ke atas, mampu membangkitkan ekonomi melalui perubahan besar-besaran terhadap sistem yang selama ini kolot menjadi sebuah sistem yang tidak berpihak dan adil untuk mewujudkan ekonomi yang mandiri dan terlepas dari intervensi asing, merekonstruksi bangunan hukum yang ada menjadi hukum yang benar-benar terbuat dari cerminan sosio kultur yang khas Indonesia, meningkatkan kualitas pendidikan melalui perubahan kurikulum yang ada sekarang menjadi kurikulum yang tidak hanya berlandaskan IPTEK yang kuat, namun juga di landaskan oleh nilai-nilai religiusitas, humanitas, dan moralitas agar mampu mengimbangi perkembangan teknologi informasi. dan terakhir menerapkan teknolgi mutakhir yang ramah lingkungan hasil ciptaan anak negeri. Hehehe…………

Merunut dari pemikiran KARL R POPPER, bahwa ilmu selalu bermula dari masalah dan berakhir dengan masalah pula. Dengan demikian kritik merupakan kekuatan motif utama untuk setiap perkembangan intelektualitas. tanpa kritik tak ada motif rasional untuk mengubah teori-teori kita dan untuk mengubah atau mentransformasi masyarakat kita. Jadi , metode pertumbuhan pengetahuan adalah metode kritis, yaitu pendekatan yang mengakui bahwa teori (atau kebijakan politk,ekonomi,ataupun ideology) kita masih dapat salah (fallible), penerimaan atas suatu teori (atau kebijakan) selalu bersifat sementara, yaitu selalu belum gugur oleh ujian yang keras. Teori selalu tentatif, demikian pula setiap pemikiran, tak pernah final apalagi absolut. Ia tetaplah hipotesis yang dapat salah.

Tulisan ini merupakan sebuah kritik bagi konstruksi-konstruksi pemikiran pada dunia politik yang kini telah ada, saya hanya ingin memberikan sebuah pemikiran segar bagi dunia politik praktis di Indonesia, yang menurut saya saat ini tengah mengalami stagnasi dan mulai dirasakan bosan dan jengah oleh masyarakat luas. Demikianlah sekelumit pikiran buah kedatangan saya pada acara KICK FEST yogyakarta 2009. semoga tulisan ini mampu menggugah anda untuk terus berpikir kreatif demi terwjudnya Indonesia raya yang adil dan makmur. HIDOEP ANAK MUDA!!!!!!!!